Minggu, 31 Juli 2016

Grapari TELKOMSEL Branch Palangkaraya *Part1


Till the day I wrote this, praise to Allah for my lucky life, Alhamdulillah for everything that Allah gives to my happiness life.
Gue merasa beruntung karena diberikan Allah kesempatan melalui Bpk. Alfin R. Gustam yang telah merekrut gue sebagai salah satu karyawan di tempat beliau bekerja. Setelah melaksanakan beberapa tes, Alhamdulillah beliau memilih gue sebagai karyawannya. Dan pekerjaan tersebut merupakan kali pertama bagi gue, tentunya sangat berkesan dong hehehe.
Ohh iyaa waktu dapat panggilan interview, gue nggak pake persiapan sama sekali, gue belum pernah interview sebelumnya dan belum pernah tau juga bagaimana seharusnya menghadapi interviewer. Jadi kesalahan gue waktu itu, gue nggak menggunakan pakaian formal selayaknya orang yang sedang melamar pekerjaan, gue nggak mempersiapkan kata-kata pengenalan diri, bahkan nggak tau juga tentang produk ataupun informasi mengenai perusahaan tersebut.
Jadi, sedikit saran buat teman-teman yang akan menghadapi interview pekerjaan:
1. Kenakan pakaian yang sopan dan rapi, sedikit formal namun nggak terlihat kaku. Supaya memungkinkan teman-teman untuk tetap leluasa begerak dan nggak terlalu gugup.
2. Jangan berdandan menor ataupun berlebihan. Dandanan yang berlebihan justru akan membuat interviewer tidak terkesan. Cukup dengan sedikit polesan yang membuat teman-teman terlihat bersih dan rapi.
3. Kenali perusahaan tempat teman-teman melamar pekerjaan. Karena tidak jarang interviewer akan menguji pengetahuan teman-teman tentang sejauh mana teman-teman mengenal perusahaan tersebut, nah disitulah saat yang tepat bagi teman-teman untuk meyakinkan mereka bahwa teman-teman layak diterima menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah pengetahuan teman-teman tentang jenis-jenis maupun keunggulan-keunggulan produk dari perusahaan tersebut.
Nah demikian tadi sedikit catatan untuk diri gue sendiri sebenarnya, sekalian gue bagi siapa tau ada teman-teman yang lagi deg-deg an persiapan menghadapi panggilan interview pekerjaan.

Grapari Telkomsel Branch Palangkaraya
Alamat :  Jl. A. Yani No. 45, Komplek Plasa Telkom, Palangkaraya
Kecamatan : Pahandut
Kelurahan : Palangka
Kabupaten/Kota : Palangkaraya
No. Tlp./fax : (0536) 3229811





Kebetulan banget pelanggan lagi sepi
Resepsionist
Well, dua tahun berlalu dan gue harus, harus banget keluar dari zona gue tersebut. Berat rasanya karena gue merasa sudah sangat nyaman kerja di kantor tersebut, sudah kayak berkumpul sama keluarga gue sendiri. Tapi keputusan sudah final, maka gue pun harus keluar dari kantor itu. Dan sudah tidak ada lagi kebersamaan mesra kita seperti yang lalu bersama teman-teman.. Kita cuma punya ini #youngwildexellent #younggergoussexy #willmissyouall #willmissthatmoment
















Good bye my lovely gengs.. see you on TOP!!!
-Ex Admin Centezz Grapari Telkomsel Branch Palangkaraya-



Jumat, 25 September 2015

Kabut Asap Kota Palangkaraya 2015


Konsentrasi Rerata Partikulat PM10

sumber : http://www.bmg.go.id/

Tahun 2015 bencana kabut asap kembali terulang di Kota Palangkaraya, sudah beberapa bulan tidak turun hujan sedangkan pembakaran lahan masih terus terjadi. Tidak jauh berbeda dari sebelumnya, kabut asap pada tahun ini juga sangat pekat, bahkan lebih pekat dan lebih bau.



Oh iyaa, Partikulat (PM10) adalah Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer). Dan nilai partikulat memiliki ambang batas kewajaran. Nilai Ambang Batas (NAB) adalah Batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. NAB PM10 = 150 ugram/m3. Bagaimana dengan kabar udara di Kota Palangkaraya yang Partikulatnya menembus angka 1900?? Rasanya sesak sekali untuk bernafas. Udara yang dihirup adalah udara yang berada pada kategori BERBAHAYA.
Sudah hampir satu bulan ini Kota Palangkaraya tidak merasakan adanya cahaya matahari karena terhalang oleh partikel-partikel udara yang sangat banyak tersebut, tidak juga cucuran air hujan sehingga debu dan abu hasil pembakaran bertebaran kemana-mana.


Palangkaraya 17.15 WIB, 24 September 2015

Palangkaraya 09.45 WIB, 25 September 2015



Selasa, 01 September 2015

Dahsyatnya Kekuatan Do'a

Kurang lebih satu tahun yang lalu gue juga ada di posisi mereka, lagi sibuk-sibuknya banget berkutat dengan persiapan tugas akhir. Gue pertama kali mengajukan judul proposal pada pertengahan bulan Maret 2014, beberapa hari setelah selesai melaksanakan ujian PPL 2. Gue beruntung banget dapat dosen pembimbing yang super baik dan super duper kece, yaitu Bpk. Dr. Andi Bustan, M. Si. Alhamdulillah beliau sejalan sama kemauan gue, supaya bisa menyelesaikan skripsi di semester ini, alhasil setelah beberapa kali revisi judul kemudian lanjut mengerjakan BAB I sampai BAB III gue diperbolehkan melaksanakan Seminar Proposal. Dengan terus berdo’a dan berusaha, gue kebagian jadwal seminar proposal di semester ini, sangat beruntung kebagian jadwal seminar karena ketika itu banyak mahasiswa yang juga berburu melaksanakan seminar proposal. Lebih beruntung lagi gue dapat dosen pembimbing 2 yang terkenal sangat teliti dan ‘ribet’, Bpk. H. Suhartono, M. Si., semakin lengkap keberuntungan gue kebagian dosen penguji yang kata kakak-kakak tingkat terdahalu penguji ‘duet maut’. Kenapa duet maut karena keduanya sering sekali berseberangan pendapat, si dosen A maunya itu lalu si dosen B maunya ini jadi bikin mahasiswa bingung ketika revisi harus mengikuti saran yang mana.
Gue nggak takut mendapat penguji duet maut tersebut, karena gue percaya setiap mahasiswa memilik cerita dan keberuntungannya masing-masing dalam menghadapi tugas akhir. Gue berdo’a memohon semoga Allah memberikan keberuntungan kali ini lagi dalam hidup gue untuk menghadapi beliu-beliau.
Antara bahagia dan cemas gue terus fokus mempersiapkan proposal gue sebaik-baiknya, berharap nggak ada celah kesalahan yang bikin gue skak mat di meja presentasi. Hari demi hari menjelang seminar proposal, gue kurang tidur, kamar awut-awutan penuh dengan buku-buku dan kertas-kertas bekas salah print berserakan dimana-mana, boro-boro mikir buat kencan sama pacar, sempat buat bernafas aja gue sudah bersyukur banget hehehe..

Seminar Proposal, 19 April 2014
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, 19 April 2014, Bismillahirrohmanirrohim, seminar proposal gue dimulai pada pukul 07.00 WIB. Dengan semangat dan gugup yang menggebu gue berhasil melewati 60 menit di meja presentasi dengan akhir yang bahagia^^
Hari-hari yang harus gue lalui seusai seminar proposal adalah melakukan revisi. Karena sedari awal niat gue adalah WISUDA HARUS TAHUN 2014, gue kebut revisi sampai titik darah penghabisan. Revisi dari 4 orang dosen menurut gue bukanlah hal yang mudah, kadang dalam sehari gue cm tidur 4 jam, pagi sampai siang di kampus menunggu revisi dosen, sore malam till die gue mengerjakan revisi, pagi-paginya ke kampus lagi dan begitu terus yang terjadi sampai di akhir bulan Mei.
28 Mei 2014, Penelitian gue laksanain di MTs Negeri 2 Palangkaraya, Alhamdulillah segalanya berjalan lancar. Terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak sekolah yang telah kooperatif membantu pelaksaan penelitian gue, dan sekali lagi berakhir bahagia.
Data yang dibutuhkan untuk penelitian sudah selesai gue rekap, selanjutnya gue bahasakan ke dalam laporan penelitian sesuai dengan aturan yang diberlakukan. Kurang lebih dua minggu gue merampungkan laporan penelitian dengan sangat kepayahan dan tertatih-tatih, selanjutnya gue ajukan kepada kedua dosen pembimbing skripsi. Setelah tiga minggu revisi sana dan sini, akhirnya skripsi gue acc dan diijinkan untuk maju sidang skripsi.
Masih dengan kondisi tubuh yang sangat tidak fit karena sudah hampir dua bulan dipaksa untuk tahan banting mengejar deadline, gue beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kampus untuk melakukan pendaftaran sidang skripsi. And jreengg jreengg, ternyata nggak semudah yang gue kira, banyak sekali berkas-berkas yang harus disiapkan sebagai syarat pengajuan sidang skripsi. Hari demi hari berlalu, semua persiapan telah selesai dan diakhiri dengan bahagia.
8 Agustus 2014, akhirnya hari yang sangat menentukan dan sangat ditunggu-tunggu pun tiba, sidang skripsi. Finally.. Inilah akhir dari perjuanganku selama kurang lebih delapan semester di bangku kuliah, inilah ujung tombak perjuanganku, inilah yang akan melunasi lelah ku beberapa bulan terakhir, dan inilah yang aku cita-citakan.
Kurang lebih 90 menit di dalam ruang sidang, akhirnya gue dinyatakan lulus. Yeeeaa, I made it. Thanks a lot to all my lovely lecturer..

Dosen pembimbing dan Penguji

Wait.. ini belum berakhir. Masih ada deadline revisi yang harus selesai hanya dalam waktu satu minggu (5 hari kerja). Dengan semangat yang masih sangat membara, gue bersumpah WISUDAH HARUS AGUSTUS 2014. Dengan berbagai macam kendala yang gue sendiri nggak ngerti kenapa harus ada, kenapa harus ada kendala lagi di saat yang sangat mendesak seperti itu, disaat hampir putus asa dan selalu khawatir nggak sempat ikut daftar wisuda gue selalu kenceng berdo’a semoga Allah memberi jalan supaya sempat daftar wisuda Agustus 2014.

Yudisium, 23 Agustus 2014

Pili-Vivi-Ayu-Dharma-Vitri

Ayu-Dian-Vivi-Anes-Pili-Nina-Susi-Dharma-Teddy

Akhir yang bahagia, aku berhasil memenuhi keinginan orang tuaku agar aku lulus kuliah tepat waktu, aku berhasil mewujudkan janjiku pada kedua orang tuaku, dosen pembimbing akademikku Prof. Dr. Komang Gde S., M. Si, dosen pembimbing proposal dan skripsiku Bpk. Dr. Andi Bustan A. P., M. Si, serta teman-temanku untuk wisuda periode Agustus 2014. Aku bersama 5 orang teman seangkatanku bersama-sama berhasil wisuda tepat waktu.
Dahsyatnya kekuatan do’a mengiringi perjalanan kuliah ku sejak 2010-2014, dahsyatnya kekuatan do’a membantu menenangkan ku dalam menghadapi ketidakmungkinan yang membuatku hampir putus asa, dahsyatnya kekuatan do’a menyelamatkan ku dari rasa cemas dan khawatir yang seharusnya tidak perlu aku pikirkan, dahsyatnya kekuatan do’a berhasil mengantarkanku pada hasil akhir yang bahagia dan dahsyatnya do’a menguatkan keyakinanku bahwa Allah adalah di atas segala-galanya.

Terima kasih Allah ku..


-Nurul Ayu Fitriyanti-

Senin, 13 Oktober 2014

Kabut Asap Kota Palangkaraya

Jarak pandang ± 200 m
Sudah kurang lebih sebulan terkahir ini Kota Palangka Raya diselimuti kabut asap yang setiap harinya terasa semakin menyesakkan dada, tidak hanya pernafasan yang terganggu akibat dari bau yang ditimbulkan oleh kabut asap tersebut, tapi sering kali juga menyebabkan mata terasa perih ketika sedang berkendara atau berada di luar ruangan. Kabut asap sudah menjadi semacam “musim” bagi Kota Palangka Raya, yang setiap tahunnya pasti terjadi. Kabut asap di Kota ini bermula dari adanya pembukaan lahan dengan cara “membakar”, yang dibakar itu adalah tanah luas yang ditumbuhi pohon-pohon buanyaaaakkk, sehingga menghasilkan hasil pembakaran dengan jumlah yang sangat banyak pula, belum juga asap dari pembakaran lahan tersebut habis memuai di udara, seseorang lainnya sudah mulai membakar tanahnya lagi untuk membuka lahan, dan begitu juga dengan orang-orang lainnya. Seperti yang kita tahu, membuka lahan dengan cara dibakar adalah cara yang paling praktis dan murah sehingga banyak pemilik lahan yang melakukan cara tersebut, tapi tidak bijak rasanya membuka lahan dengan cara dibakar tersebut disaat musim kemarau seperti ini yang akhirnya menimbulkan dampak berbahaya bagi masyarakat lainnya.
Keluhan masyarakat akibat dari pembakaran lahan tersebut tidak juga membuat ‘mereka’ berhenti membakar, sampai pada saat tulisan ini di posting pun masih banyak titik-titik api yang menyumbangkan asap berbaunya kepada Kota Palangka Raya. Kualitas udara sudah sangat buruk, sangat berbahaya bagi masyarakat yang sehat, terlebih lagi bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Tanggal 13 Oktober 2014, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kal-Teng menyatakan bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palangka Raya saat ini mencapai level 532 Psi yang artinya kualitas udara BERBAHAYA, nilai tersebut meningkat dari hari-hari sebelumnya. Beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk melawan serangan kabut asap ini diantaranya adalah:
1.   Kurangi kegiatan di luar ruangan yang memungkinkan kita dapat menghirup asap berbau tersebut. Jika memang harus berada di luar ruangan, gunakanlah penutup hidung dan mulut seperti masker, syal, dan lain sebagainya. Tapi ingat, jangan gunakan telapak tangan!! Karena bisa dipastikan pada telapak tangan kita terdapat banyak kuman-kuman yang justru dapat membahayakan.
2.      Konsumsi multivitamin yang dapat meningkatkan antibodi. Dalam keadaan seperti ini tubuh akan terasa mudah lelah, sehingga dibutuhkan multivitamin dan makan-makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
3.      Istirahat yang cukup, ada baiknya tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu disaat tubuh dan otak bisa beristirahat. Memporsir tubuh dan otak disaat lingkungan sedang tidak sehat bukanlah hal yang bijak dilakukan loh.
4.  Banyak berdo’a, meminta kepada Tuhan agar bencana kabut asap dapat segera berakhir.

Selasa, 30 September 2014

Coret-coret Iseng


Heiii lelaki...!!!
Apa yang elo rasain setelah elo berhasil mengkhianati cewek lo? PUAS?? BAHAGIA??
Elo inget nggak dulu sebelum ada hubungan diantara kalian, elo setengah mati ngejar-ngejar cintanya dia? Siang malam elo inget sama senyumnya dia? Setiap saat elo ngarep-ngarep dapet balesan chat dari dia? Inget nggak? Dan setelah elo berhasil ngedapetin hatinya dia, menjalin hubungan yang baik, elo ngekhianatin dia dengan menjalin komunikasi intens dengan cewek lain, bahkan elo nyimpen perasaan juga buat cewek yang baru elo kenal itu, terlebih lo jadi sering ngebohongin pacar lo itu.. Dimana hati dan perasaan lo sudah bikin hati cewek yang lo pacarin itu terluka?
Gue sebenarnya nggak lagi patah hati sih, cuma berasa pengen ajja gitu ngomel-ngomel sekarang. Kerjaan gue di kantor sekarang sudah selese dan belum bisa pulang juga jadi ya ngetik-ngetik ini ajja deh yaa. Hahaha....
Perempuan mana sih yang pengen dikhianatin dan sebaliknya lelaki mana sih yang mau dikhianatin sama pasangannya? Menurut gue sih nggak ada yaa. Setiap pasangan yang berkomitmen untuk menjalin hubungan pasti ingin bahagia, dan dipastikan tidak pernah ingin ada orang ketiga ditengah-tengah mereka. Namun seiring berjalannya waktu, hubungan yang sedang terjalin harmonis dan senantiasa romantis pun nggak lepas dari belenggu ‘pengkhianatan’. Banyak kok gue denger curhatan temen-temen cewek gue yang putus cinta gara-gara pacarnya ketahuan chatting-an mesra dengan cewek lain lah, ketahuan jalan bareng cewek lain lah, bahkan selingkuh sampai sudah menjalin hubungan juga. Ahh pokoknya itu cerita yang sangat menyebalkan dan sangat menyakitkan hati cewek. Anyway, gue sendiri juga pernah beberapa kali mengalaminya dan rasa sakitnya itu tuh di sini *nunjuk perut atas sebelah kanan (baca: hati)*.
Gue di sini bukan bermaksud membela kaum gue yaa, terkadang ada juga kok cewek yang juga tega mengkhianati cowoknya. Tapi biasanya cowok sehabis dikhianatin ceweknya nggak ambil pusing tuh, cepet ajja dia ngegebet cewek baru. Ahaaaii cowok gitu loh. Tapi cewek, sehabis dikhianatin mesti ngerasa down, butuh waktu yang lebih lama untuk berani kembali membangun perasaan untuk cowok lain. Bayang-bayang pengkhianatan itu sangat-sangat nggak mudah untuk dihilangkan. Pacarannya 8 bulan, masih terasa sakit hatinya 3 tahun, 4 tahun kemudian baru berani ambil keputusan untuk menjalin hubungan lagi sama cowok lain. Kasian ya cewek, waste time girlllll.... Bertahun-tahun menyimpan rasa sakit hati gara-gara si cowok itu, belum tentu dia juga ngerti perasaan kamu atau bahkan dia nggak mau sadar bahwa yang dia lakuin sudah nyakitin perasaan kamu. Wajar kok, wajar kalau cewek butuh waktu yang lama untuk menenangkan hati, itu karena mereka nggak mau kejadian yang menyakitkan itu terulang lagi suatu saat nanti.
Dan memang, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau dibanding rumput di kebun sendiri. Manusiawi jika rumput yang lebih hijau akan lebih menarik perhatian, tapi apa kamu sadar bahwa rumputmu sendiri telah lama menghiasi dan memperindah kebunmu?

Jumat, 12 September 2014

Penyesalan



Bagaimana jika “penyesalan” kita letakkan di depan?

Kebanyakan orang bilang bahwa menyesal itu pasti belakangan. Dan kalau sudah berada pada keadaan “menyesal” nggak ada yang bisa diperbuat lagi untuk mengubah keadaannya. Misalnya nih teman-teman suka banget makanan junk food, jadi setiap hari maunya makan itu ajja dan kurang olahraga serta kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin ataupun protein. Lalu apa yang akan terjadi dengan tubuh teman-teman setelah bertahun-tahun melakukan kebiasaan seperti itu? Sekarang sih masih muda, masih belum merasakan dampak apa-apa pada tubuh teman-teman tapi di saat usia sudah lanjut dan gue nggak bisa ngebayangin deh gimana beratnya perjuangan tubuh untuk menjaga stamina agar tetap baik. Dan bagaimana juga jika sejak muda teman-teman membiasakan hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat serta rajin berolahraga? Ehh di sini gue nggak bermaksud ngebahas soal kesehatan tubuh ataupun dampak dari mengkonsumsi junk food yang over yaa. Di sini gue cuma mau membahas tentang bagaimana arti sebuah “penyesalan”.
Sebelum ada kata menyesal, ada baiknya teman-teman berpikir panjang dulu sebelum melakukan sesuatu ataupun dalam membuat keputusan. Menyesal biasanya terjadi setelah teman-teman TELAH melakukan sesuatu. Teman-teman biasanya akan merasa menyesal jika hasil dari apa yang teman-teman lakukan tidak sesuai bahkan bertolak belakang dari apa yang teman-teman harapkan. Contohnya nih, si Andi merasa menyesal karena nilai ujiannya jelek yaitu cuma dapat nilai 40 sedangkan teman-temannya yang lain bisa mendapat nilai sampai 90. Andi merasa menyesal telah lalai belajar, justru Andi seharian kemarin bermain-main saja tanpa peduli terhadap ujiannya. Sekarang Andi bisa apa? Dia hanya bisa menyesal karena nilai ulangannya jelek dan nggak bisa melakukan apa-apa untuk mengubah nilai yang telah didapat tersebut, ingat bahwa waktu pelaksaan ujian telah berlalu, waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang kembali kan... Hehehehe
Seandainya saja penyesalan Andi terjadi di depan, Andi tidak akan mendapatkan penyesalan di belakang. Jika saja Andi berpikir “aku harus belajar sekarang untuk persiapan ujuan, kalau aku nggak belajar pasti aku nggak bisa menjawab soal ujian dan bisa jadi aku akan mendapatkan nilai yang jelek. Aku harus belajar sekarang! Aku nggak mau dapat nilai jelek!” Dengan pemikiran yang seperti itu Andi pasti sudah merasakan betapa perihnya penyesalan yang akan Andi rasakan jika ia sampai mendapat nilai yang jelek.
Teman-teman.. Saran gue sih setiap teman-teman mau mengambil keputusan atau melakukan sesuatu coba deh teman-teman perkirakan dulu apa yang akan teman-teman dapatkan jika hal tersebut teman-teman lakukan, perkirakan yang rasional dan kemungkinan terjadinya mendekati 99% ya. Biasakan untuk membuat penyesalan di depan, jangan sampai merasakan penyesalan di belakang loh. Insya Allah deh hidup kita adem ayem.. Amiiiiiiiiiiiinn J

Rabu, 10 September 2014

Tipe Idealis Penyelaras

Jam tangan menunjukkan pukul 16.05 WIB, dan gue masih harus berada di ruangan ini secepat-secapnya sampai pukul 17.00 WIB. Terasa lama untuk seorang staff yang pekerjaannya sudah selesai sejak pukul 13.00 WIB tadi. Di sini akses internet tidak terbatas, harusnya hal itu bisa gue manfaatin supaya beberapa jam menunggu ini menjadi berarti tapi karena pada dasarnya gue nggak begitu suka googling jadi ya nggak tau mesti memanfaatkan akses internet yang bebas ini dengan bagaimana. Iseng-iseng deh gue cari Tes Psikologi Online. Nggak ada tujuan apa-apa, yaa iseng ajja, nggak tau hasilnya valid atau engga deh pokoknya iseng ajja.

Tes Psikologi Online tersebut mendeskripsikan diri gue seperti ini nih............... :D :D

Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala.

Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti mampu membaca masa depan, dan seringkali sangat kreatif. Begitu berkutat dengan sebuah proyek, mereka melakukan segala daya upaya untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering membuktikan diri sebagai pemecah masalah ulung. Mereka suka mendalami hingga ke akar permasalahan dan memiliki sifat ingin tahu alamiah serta haus akan pengetahuan. Pada saat bersamaan, mereka berorientasi praktis, terorganisir dengan baik, dan siap menangani situasi-situasi rumit dengan cara terstruktur dan pertimbangan matang. Ketika mereka berkonsentrasi pada sesuatu, mereka melakukannya dengan seratus persen – mereka sering begitu terbenam dalam sebuah pekerjaan sehingga melupakan hal lain di sekitar mereka. Itulah rahasia kesuksesan profesional mereka yang seringkali gilang gemilang.


Sebagai pasangan, tipe Idealis Penyelaras setia dan dapat diandalkan; hubungan permanen sangat penting bagi mereka. Mereka jarang jatuh cinta hingga mabuk kepayang dan juga tidak menyukai hubungan-hubungan asmara singkat. Kadang-kadang mereka sulit menunjukkan rasa sayang mereka dengan jelas sekalipun perasaan mereka dalam dan tulus. Dalam hal lingkaran pertemanan, semboyan mereka adalah: sedikit berarti lebih banyak! Sejauh menyangkut kenalan baru, mereka hanya dapat didekati hingga jarak tertentu; mereka lebih suka mencurahkan tenaga ke dalam pertemanan akrab yang jumlahnya sedikit. Tuntutan mereka kepada teman dan pasangan mereka sangat tinggi. Karena mereka tidak menyukai konflik, mereka akan diam sejenak sebelum menyuarakan masalah-masalah yang tidak memuaskan dan, ketika melakukannya, mereka berusaha sangat keras untuk tidak menyakiti siapa pun karenanya.

Sumber : http://www.ipersonic.net/id/1.html