Selasa, 16 Agustus 2011

"Di Balik Sikap Keras Ayah"


Pagi ini gue menyelesaikan tugas rumahan gue lebih cepat dari biasanya, horeeeeeee.. Jam setengah 7 semuanya sudah beres (belum mandi sih sebenarnya, xixixi). Seneng, karena udah nggak punya tanggungan kerjaan lagi, tapi akhirnya gue jadi ngerasa nggak ada lagi yang bisa gue kerjain karena semua sudah beres. Terus mau ngapain lagi ini? Mandi? Males banget. Nonton TV? Nggak demen gue nonton TV pagi-pagi gini. Tidur? Sepertinya menyenangkan, tapi ntar gue dimarahin tidur pagi-pagi gini. Akhirnya gue memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan melanjutkan membaca buku yang sudah seminggu ini gue cicil pengen diselesein ngebacanya. Dan gue sangat tersentuh ketika membaca disalah satu halamannya terdapat suatu cerita yang berjudul “Di Balik Sikap Keras Ayah”. Begini petikannya:

Ketika Anda masih kecil, ibulah yang lebih sering mendongeng untuk Anda. Tapi tahukah Anda bahwa sepulang bekerja, dengan wajah lelah, yang pertama kali ditanyakan kepada ibu adalah kabar Anda dan apa yang Anda lakukan seharian?

Ketika Anda belajar naik sepeda di masa kanak-kanak, ayah akan melepaskan roda bantu di sepeda Anda, dan ibu khawatir jika Anda terjatuh. Tapi tahukah Anda bahwa itu ayah lakukan karena dia yakin anak kesayangannya pasti bisa melakukannya?

Ketika Anda merengek minta mainan baru, ibu menatap Anda dengan iba, tapi ayah berkata dengan tegas, “Tidak sekarang!”. Tahukah Anda, bahwa hal itu mendidik Anda menjadi anak yang tidak manja lantaran tidak semua keinginan Anda terpenuhi dengan segera?

Ketika Anda sakit pilek, ibu merawat dan memberikan perhatian ekstra pada Anda. Tapi ayah justru membentak, “Sudah dibilang jangan minum es!”. Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya ayah sangat mengkhawatirkan Anda?

Ketika Anda beranjak remaja dan menuntut untuk dapat izin keluar malam, ayah akan sering membentak dan melarang. Tapi tahukah Anda bahwa ayah melakukan itu karena ia sangat ingin menjaga Anda?

Ketika Anda mulai berlama-lama menelepon atau menerima telepon dari seseorang, ayah akan berada di sekitar Anda dan mendengarkan pembicaraan Anda dan teman Anda di telepon. Tahukah Anda, bahwa rasa ingin tahu ayah akan teman spesial Anda, disebabkan ia ingin memastikan bahwa anaknya memilih teman istimewa yang tepat?

Ketika Anda lulus SMA, ayah akan memaksa Anda menjadi dokter atau insinyur. Tapi tahukah Anda, bahwa itu semata-mata karena ayah sangat memikirkan masa depan Anda? Dan pada kenyataannya ayah akan tetap tersenyum dan mendukung Anda saat pilihan Anda tidak sesuai keinginannya.

Ketika Anda harus berkuliah di luar kota, ayah harus melepas Anda. Tahukah Anda bahwa pada saat itu badan ayah terasa kaku untuk memeluk Anda?

Ketika itu, ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini-itu dan menyuruh Anda berhati-hati. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memeluk Anda erat-erat. Yang ayah lakukan hanyalah menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundak Anda sambil berkata, “Jaga dirimu baik-baik, ya”. Tahukah Anda bahwa ayah melakukan hal ini agar Anda kuat dan dewasa?

Ketika Anda membutuhkan uang untuk biaya kuliah dan kehidupan sehari-hari Anda, ayah adalah orang pertama yang akan mengerutkan kening. Tapi tahukah Anda, bahwa ayah akan bekerja keras untuk mengirim sejumlah uang yang Anda butuhkan, agar Anda bisa merasa sama dengan teman-teman Anda di kampus?

Ketika Anda diwisuda, ayah adalah orang pertama yang akan berdiri dan memberikan tepuk tangan untuk Anda.

Ketika Anda memilih pasangan hidup, ayah adalah orang pertama yang yakin bahwa Anda telah memilih pasangan yang tepat.

Ketika Anda duduk di pelaminan, ayah akan tersenyum bahagia. Tapi tahukah Anda bahwa dalam hati kecilnya ayah merasa ‘kehilangan’ anak kesayangannya?

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatangan Anda bersama cucu-cucunya yang sesekali menjenguknya. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih, dan badan serta lengan yang tak lagi kuat menjagamu dari bahaya, ayah telah menyelesaikan tugasnya.

Dengan backsound lagunya si om Ebit G. Ade “Titip Rindu Buat Ayah”, gue nggak bisa menahan tetesan air yang terus jatuh dari mata indah gue. Gue selalu merindukan ayah, gue terlalu bangga dan mencintai ayah. Gue amat sangat bersyukur Allah memberikan gue seorang ayah seperti beliau, tidak ada duanya, dan sangat luar biasa. Ayah memang tidak selalu memberikan uang yang melimpah, tapi ayah selalu menunjukkan cinta tulusnya untuk gue. Hal itu lebih dari cukup.

Ayah adalah laki-laki paling sempurna dalam hidup gue, that is why gue HARUS bisa menemukan pendamping hidup gue kelak yang sama seperti ayah bahkan mungkin yang lebih baik dari ayah. Never stop to hope!!

I LOVE YOU FULL, Dad..
I MISS YOU EVERY MOMENT
I ALWAYS PROUD OF YOU

-Nurul Ayu Fitriyanti-

Hari Ke-16


Alhamdulillah yaa nggak terasa ini sudah hari ke 16 di bulan Ramadhan, Insya Allah kurang 13 hari lagi kita sampai di HARI RAYA IDUL FITRI.. (Ihiiiiirr pake baju baru.. gkgkgkgk).. Dan hari ini adalah hari ke 7 gue nggak bisa ikut berpuasa. Tanya kenapa? Karena gue perempuan. Kenapa emangnya kalau gue perempuan? Karena tanpa gue ceritain juga kalian sudah pada tahu kan alasannya mengapa gue nggak bisa ikut berpuasa selama 7 hari belakangan.. Na na na na..

Dan tahukah Anda, 7 hari nggak bisa ikut berpuasa itu rasanya cukup ‘menyakitkan’ bagi gue. Karena sudah pasti gue tetep ngerasain lapar dan dahaga, sama seperti mereka yang berpuasa. Hanya bedanya, mereka menahan lapar dan dahaga kemudian mendapat pahala berpuasa sedangkan gue HANYA mendapatkan laparnya doang. Selama berpuasa sudah pasti nggak ada hidangan yang bisa gue santap dan lagi gue memang harus menghormati orang rumah yang sedang berpuasa. Gue nggak bisa masak, kan nggak lucu kalo gue mesti minta tolong ibu untuk ngebikinin gue makanan?? Dan lebih nggak lucu lagi kalo gue mesti pergi ke warung makan di saat jam berpuasa. Yasudah akhirnya seadanya sajalah, minum susu coklat dengan roti, Alhamdulillah wa syukurilah, cukup buat ngeganjel perut sampai waktu berbuka.

By the way, berpuasa itu ajaib loh. Iyaa ajaib beneran.. Yang pertama, ketika gue sedang nggak berpuasa gue lebih cepat merasa lapar, apalagi kalo seharian nggak makan pasti deh sakit perut melilit-lilit rasanya. Tapi ketika berpuasa, gue kan nggak makan tuh dari subuh sampai bedug maghrib, memang sih lapar tapi nggak sampai bikin gue sakit perut. Padahal sama-sama nggak makan seharian kan?? Allah itu adil mamen J..

Yang kedua, setiap individu yang menjalankan ibadah puasa akan lebih menjaga ibadah sholatnya. Coba ajja peratiin diri kamu sendiri (yang menjalankan puasa), pasti lebih rajin dan khusyuk menjalankan sholatnya kan?? Mungkin yang biasanya sholat suka ngulur-ngulur waktu dan ogah-ogahan, selama berpuasa ketika mendengar adzan pasti langsung berdiri mengambil air wudhu, kemudian mendirikan sholat tanpa harus diomelin emaknya dulu. Apa artinya puasa yang kamu jalani kalo kamu nggak menjalankan kewajiban sholat itu sendiri?? Sia-sia ntar jatohnya loh..

Yang ketiga, ketika berpuasa sudah pasti kita lebih pandai menahan esmosiiiii. Iyaa itu yang gue rasain, gue ini gampang emosian, gampang marah, gampang nangis, gampang ketawa, tapi nggak gampang jatuh cinta *Looohh.. Dan ketika gue sedang berpuasa, setiap gue emosi pengen marah misalnya gue langsung terfikir, “Weeeits sabar, lagi puasa nih, jangan marah-marah.” Atau kalo gue lagi sedih dan pengen nangis, gue juga langsung terfikir, “Jangan nangis eh, ntar batal puasanya ketelen air mata.” Jadi, secara nggak sadar berpuasa itu sudah mengontrol emosi kita.

Menurut kamu, keajaiban apa yang kamu rasain selama berpuasa??

Sebenarnya ada banyak sekali kebaikan yang muncul dari berpuasa itu sendiri. Gimana pintar-pintarnya kita deh yang menyadarinya. Semoga ajja kebaikan-kebaikan itu nggak cuma dilakuin ketika berpuasa ajja, seharusnya memang selalu demikian in every day life..

Semoga momen Ramadhan ini bisa mengubah diri kita menjadi pribadi yang imannya lebih kuat, lebih pandai bersyukur, lebih tawadhu’, dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.. Amiiiin..

-Nurul Ayu Fitriyanti-

Senin, 15 Agustus 2011

Bukan 1000 Tahun


Pada kenyataannya kita tidak bisa hidup 1000 tahun..
Pernahkah kamu berpikir apa yang akan terjadi jika dalam hidup kita yang singkat ini hanya diisi dengan kemalasan, keegoisan, foya-foya, tidak bertanggung jawab dan kenegatifan-kenegatifan lainnya??? Mau sampai kapan hal-hal yang tidak baik di dalam diri kita ini dilakukan terus, sementara HIDUP INI TIDAKLAH PANJANG??

Jika ‘waktu’ yang kita gunakan dalam hidup ini kebanyakan untuk hal-hal yang tidak baik, maka sudah pasti kita tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang baik. Yaitu untuk prestasi kita, untuk keluarga kita, dan juga untuk impian kita.

HIDUP NYAMAN, dengan fasilitas yang sudah tersedia, segalanya berjalan lancar, tanpa hambatan, tanpa problema, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga, itulah dambaan setiap manusia. Tetapi sayangnya itu hanya di ‘utopia’, yaitu suatu tempat nyaman yang hanya ada di ilusi seseorang. Pada kenyataannya kita hidup di dunia nyata, yang terkadang mengalami problematik kehidupan. Di dalam usaha kita, keluarga kita, ataupun hubungan dengan orangt lain. Ada yang mudah diselesaikan, ada pula yang butuh perjuangan ekstra, bahkan mungkin ada yang sampai saat inipun belum tahu bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini (aiiihh, gue banget).

Dan pada akhirnya, pertanyaan paling mendasar yang muncul yang harus dijawab oleh setiap pribadi, yaitu “Sudahkah gue menjadi insan yang lebih baik yang telah memberikan dan mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri gue yang telah dikaruniakan oleh Tuhan??” Atau “Sudahkah gue memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Tuhan ini dengan benar untuk membuat diri dan kehidupan gue menjadi lebih baik??”

WAKTU...
Terlalu lambat bagi yang menunggu..
Terlalu cepat bagi yang ketakutan..
Terlalu panjang bagi yang berduka..
Terlalu pendek bagi yang sedang bergembira..
Dan bagi yang pandai bersyukur,
waktu adalah abadi..


-Nurul Ayu Fitriyanti-

Minggu, 31 Juli 2011

GOOD in GOOD BYE

Yang harus kamu pahami adalah sebuah kebaikan yang akan muncul dari sebuah perpisahan. Dan kamu harus sadar bahwa perpisahan merupakan sesuatu yang kekal. Sempet terbesit di pikiran gue, “Kenapa sih mesti ada perpisahan? Gue udah nyaman dengan keadaan yang begitu, kenapa nggak stay ajja sih?”, terus hati kecil gue berucap, “Perpisahan itu hanya sebuah perubahan”. Lantas gue berpikir, iyaa juga ya. Kalo hidup ini stay, tetep sama dan kita berada pada zona nyaman terus menerus, mungkin kita akan merasa BOSAN yang luar biasa. Oleh karena itu kita harus bisa menerima perpisahan yang merupakan sebuah perubahan itu tadi, yaa walaupun terkadang menyakitkan. No problemo sodaro-sodaro, gue yakin dari setiap perpisahan itu ada sisi baiknya juga. And then, kita harus bisa menemukan sisi baik tersebut..

I'll give you several steps to pass those difficult times, Look here!
1.    Perpisahan, apalagi secara ‘berantakan’ dan jauh dari kata baik-baik pasti akan menimbulkan dampak yang dahsyat bagi penderitanya. Misalnya ajja ketika kita ngeliat toko pakaian yang pernah kita sambangin berdua sama doi, lewat jalan yang pernah kita lewati berdua, denger lagu yang pernah doi nyanyiin buat kita, dan barang-barang yang pernah doi kasih. Rasanya pasti gimanaaaa gitu. Braaakkk!! Menurut gue sih kalo kamu belum siap dan masih merasa pedih karena luka kamu masih ‘basah’, mendingan kamu hindari dulu diri kamu dari hal-hal tersebut di atas. Sembari kamu terus berusaha untuk ‘mengeringkan luka’ kamu. Nahh kalo luka kamu sudah kering, ya sudah, biasa ajja lagi, hadapin itu semua! Karena kamu nggak bisa terus-menerus menghindar. Lanjutin hidup kamu dan mulailah cerita baru!
2.    Stop rasa ingin tahu kamu tentang doi, sementara. Untuk sementara, jangan pernah buka FB atau Twitter atau juga BBM doi, kalo kamu nggak mau ‘panas’ ngeliat recent updates antara doi dengan teman lawan jenis barunya atau bahkan gebetan barunya. Nanti kalo sudah tiba waktunya luka kamu benar-benar kering dan kamu sudah merasa biasa ajja, silakan deh jalin hubungan baik lagi. Tanpa ada perasaan apa-apa. Pure just as friend..
3.    Bahagiain diri kamu. Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan untuk membuat hati kamu selalu senang. Bikin diri kamu sibuk! Supaya kamu nggak punya banyak waktu untuk memikirkan doi. Optimalkan diri kamu, baik itu dibidang akademis maupun kreativitas. Buat diri kamu semenarik mungkin, bahkan lebih menarik daripada sebelumnya. Buat mantan kamu NYESEL udah ninggalin cewe secerdas dan sekece kamu!
4.    Dan yang terakhir, mulailah untuk membuka mata dan hati. Dulu ketika kamu bersama doi, kamu pasti menutup rapat-rapat mata dan hati kamu untuk orang lain (bahkan kutu sekecil curut ajja nggak bisa masuk kali saking rapatnya), tapi sekarang, setelah kamu jalani kesendirian beberapa bulan, introspeksi diri, memperbaiki akhlak dan tingkah laku, ‘mengeringkan luka’, serta berdamai dengan hati, cobalah untuk membuka mata dan hati kamu. Cobalah untuk lebih selektif dalam mencari pasangan, yang terpenting adalah temukan apa yang menyebabkan kamu sampai harus berpisah, perbaiki itu dan jangan pernah diulangi lagi!

Tapiii, buat kamu-kamu yang berpisah secara baik-baik, dan merasa tidak ada masalah dengan perpisahan itu yaa bagus. Artinya kamu sudah bisa memposisikan diri kamu dengan benar. Jadi kamu nggak perlu kiat-kiat khusus untuk menenangkan hatimu dari sebuah perpisahan. But remember! Kamu harus tetap lebih selektif dalam mencari pasangan dan tidak mengulangi kesalahan yang mungkin pernah kamu perbuat dalam hubungan yang menyebabkan sebuah perpisahan.

Next, pembahasan gue tentang perpisahan merupakan sebuah perubahan maksudnya di sini adalah hasil akhir dari sebuah perpisahan adalah sebuah perubahan. Misalnya ajja gini, buat kamu yang dulunya setiap malam minggu diapelin doi, sekarang berubah malam minggu sendirian nggak diapelin lagi sama doi. Atau yang dulunya kamu selalu mendapat telepon dan SMS romantis dari doi, sekarang nggak pernah lagi. Atau yang dulunya suka diantar jemput kemanapun pergi, sekarang sudah nggak lagi dan harus pergi sendiri. Atau.. Masih banyak atau yang lainnya.. Intinya adalah kamu akan tetap menjadi ‘kamu’ dengan ataupun tanpa dia. Naah, nggak ada masalah kan? Jadi untuk apa terus-menerus berada pada kepedihan? Gue yakin, setelah ini kamu akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih berhati-hati (ini dia salah satu sisi baiknya).

Sisi baik lainnya yang harus kamu tahu adalah, sekarang kamu lebih mempunyai waktu luang untuk keluarga, kamu lebih mempunyai kesempatan untuk mencari sosok pasangan hidup yang lebih baik daripada sebelumnya, kamu bisa lebih konsen pada study mu tanpa harus membagi perhatian kepada yang lain (pacar), kamu akan merasa lebih nyaman untuk memperluas jaringan pertemanan tanpa merasa was-was diawasin oleh pacar.. Hehehe pengalaman pribadi banget yaa..

Kita masih muda, perjalanan hidup masih panjang, so, nikmatin hidup kamu!

-Nurul Ayu Fitriyanti-

Kamis, 28 Juli 2011

Bye-Bye 'Pager' Ku..

Finally, with my sweetest smile, I told ::
Tidak pernah ada lagi rasa kehilanganmu
Tidak pernah ada lagi rasa hampa tanpa keberadaanmu
Tidak akan ada lagi kekecewaan atas dirimu
Cukup sudah waktuku terbuang untukmu
Bagiku, kamu hanyalah sepenggal kisah lalu
Aku dan kamu hanyalah kisah pada lembaran koyak

Tidak akan ada benci
Karena hanya akan menjadi duri
Tidak akan aku mencaci maki
Karena hanya akan melukai hati
Aku hanya tidak ingin peduli lagi

-Nurul Ayu Fitriyanti-

Rabu, 27 Juli 2011

MINDER is virus

Salah satu sebab musabab yang ngebikin gue gini-gini ajja dan nggak maju-maju adalah penyakit yang menjangkit hidup gue. Selama ini gue nggak pernah cerita bahkan mengatakan hal ini kepada siapapun, kecuali kepada diri gue sendiri dan Allah tentunya. Karena gue malu kalo orang lain sampai tahu, tapi untuk kali ini nggak apa-apa deh gue beberin ajja. Masya Allah deh rasanya mau mampus ajja gue. Tapi gue yakin nggak sendirian, gue bukan satu-satunya manusia yang terjangkit penyakit ini, pasti banyak juga manusia diluar sana yang mengidap penyakit yang sama kaya gue. Penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus, dimana virus itu bisa terus-menerus berkembang biak secara liar jika gue nggak buru-buru dan serius untuk membasminya. Dan gue bener-bener bakal mampus kalo itu virus nggak enyah dari hidup gue. Ohh pliiiiiiiiis VIRUS MINDER, enyah deh lo dari diri gue!!!

Kalo itu virus bisa dikasih stadium, mungkin dulu gue ada di stadium 3.8 deh (niat banget sih ngasih komanya), hampir mencapai stadium akhir kan?? Kira-kira waktu gue duduk di bangku SMA. Gue merasa nggak cantik, nggak pinter kaya temen-temen sekelas gue yang lain, nggak populer apalagi, nggak punya skill apa-apa, bahkan kalo gue nggak ada di dunia ini lagi mungkin nggak ada yang bakal ngerasa kehilangan kali yaa.. Alhasil, gue jadi krisis percaya diri, gue nggak berani mencoba sesuatu yang baru, nggak berani menjadi pemimpin (maunya jadi ‘bawahan’ ajja). Penyebabnya?? Yaa pola pikir gue sendiri. Hallaaah kapan benernya sih diri gue ini?? Ckckck.

Tapi sekarang (gue udah duduk di bangku kuliahan) nampaknya virus itu still available, yahh walaupun stadiumnya udah turun dari 3.8 jadi 3.75. Hihihi. Sok tauuu banget sih gue.. Bukan deh, sepertinya stadium virus minder gue sekarang udah turun ke stadium 1, Alhamdulillah.. Hkhkhk... Kenapa bisa turun? Karena gue selalu berusaha untuk meningkatkan KEPERCAYAAN DIRI gue. Misalnya dengan cara memperbaiki penampilan gue menjadi lebih up to date. Dengan penampilan yang menarik, gue yakin deh kemana ajja kita pergi PASTI bakal ngerasa pede, dengan pede secara nggak langsung kita akan menebar aura positif ke sekeliling kita, dengan aura positif sedikit-banyak bisa membunuh virus minder yang ada di dalam diri. Insya Allah seperti itu deh rutenya. Hehe..

Tapi satu, keminderan gue terhadap ketidakmampuan yang gue miliki ini yang susaaaaaaaaaaah banget gue atasi. Gue selalu bilang “Gue nggak bisa. Jangan paksa gue!”, padahal gue nggak pernah mencoba hal tersebut sebelumnya, darimana gue bisa bilang gue nggak bisa sih? Yaa dari virus minder itu tadi. Sumpah nyebelin banget kan yaa.. Oleh karena itu gue nggak pernah mau mengikuti perlombaan atau pemilihan-pemilihan yang diadakan di kota gue, misalnya Pemilihan Duta Lalu Lintas, Duta Lingkungan Hidup, Duta Tambun Bungai, Putri Pariwisata dan pemilihan-pemilihan lainnya. Padahal gue sering mendapatkan tawaran untuk itu. Alasannya yaa karena gue merasa tidak mampu dan tidak pantas untuk menjadi pemenangnya (Sebenarnya yang menentukan pantas atau tidaknya siapa sih? Diri sendiri atau orang lain?), Ckckckck. Tuh kan kalo kaya gitu siapa yang rugi?? Diri sendiri kan. Jadi kurang punya pengalaman deh. Pesan gue :: buat kamu-kamu yang mempunyai kesempatan untuk menyalurkan bakat dan minat kamu, jangan sampai disia-siakan deh. Jangan sampai kamu menyesal karena ternyata kamu bisa lebih baik daripada sekarang. Ambil kesempatan itu dan jadilah yang TERBAIK!!

Setelah gue sadar kalo virus minder ini BERBAHAYA dan nggak boleh terlalu lama menggerogoti pola pikir gue, gue pun mulai menggali potensi diri. Gue menjadi lebih tekun belajar dan lebih fokus pada impian gue. Salah satunya ini, gue jadi lebih suka menulis. Awalnya gue selalu mencurahkan perasaan dan keluh kesah gue dalam sebuah coretan-coretan, eh ternyata lama-kelamaan gue semakin menyukai dunia tulis-menulis. Yaah walaupun masih amatiran tapi ini lebih baik lah daripada gue cuma merenungi keminderan gue, siapa tau kan suatu saat nanti gue bisa jadi penulis profesional. Amiiiin.. Hehehe. Selanjutnya gue juga ngerasa lebih mempunyai ‘sesuatu’ yang bisa gue perlihatkan di depan teman-teman, keluarga dan lingkungan perkuliahan gue. Yahaaa, gue bisa berprestasi, gue bisa mencapai hasil INI. Baru sekarang? Kemana ajja kemarin-kemarin? Jawabannya adalah, kemarin gue sedang terjangkit virus minder dan sekarang masih sih, tapi dikit. Ckckck

Next, menurut analisa gue, virus minder ini sedikit banyak bisa dimusnahkan dengan cara ::
1.    Mendekatkan diri kepada Tuhan, dengan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan gue yakin deh kamu akan menjadi lebih bisa bersyukur atas hidup kamu. Jadi kamu nggak akan mau menyia-nyiakan hidupmu yang indah itu hanya untuk berada dalam keminderan. So, u don’t have to give up!
2.    Menggali potensi diri, gue yakin setiap manusia diciptakan pasti mempunyai potensi. Hanya saja kebanyakan dari kita belum menemukan potensi itu, dan inilah saatnya untuk menggali potensi diri kamu. Apapun potensi diri yang kamu miliki, kamu harus bisa mengembangkannya agar kamu pun bisa bangga pada dirimu sendiri. Maka hilanglah virus minder itu seiring dengan berkembangnya kelebihan yang kamu miliki tersebut.
3.    Menjalin persahabatan yang harmonis, ketika virus minder itu tiba-tiba kambuh lagi dan mengganggu kreativitasmu maka tidak ada salahnya untuk sharing bersama teman dekatmu yang kamu percaya bisa membantumu menghilangkan keminderanmu. Gue pribadi sih biasanya kembali bersemangat ketika mendapat support dari teman dekat gue, ketika dia bilang “Ayo dong jangan menyerah, gue yakin kamu bisa. Kamu pasti bisa!” nah seketika itu virus minder gue musnah. Buat kamu yang memiliki persahabatan yang indah, maka jadikanlah itu sebagai tempat untuk mendapatkan support terHEBATmu!
4.    Meningkatkan rasa percaya diri, ini dia yang paling utama. PERCAYA DIRI. Nggak akan muncul tuh si virus minder kalo kamu punya rasa percaya diri yang tinggi. Percaya dirimu itu akan membuatmu yakin bahwa kamu berhaga dan layak hidup, dengan begitu juga kamu akan semakin giat menggali potensi diri yang kamu punya, sekaligus membuatmu terus memperluas jaringan pertemananmu.

That is easy, right?? Asal ada niat dan kemauan pasti deh kita bisa. Mari kita bersama-sama membasmi virus minder dari muka bumi ini (berasa seperti pahlawan kebenaran ajja yaa).

Selamatkan masa depan kamu dengan meningkatkan rasa percaya diri dan tidak mengidap virus minder!!

Ingat lho, nggak ada yang bisa menyelamatkan diri dan masa depan kita kecuali diri kita sendiri. OK!!

-Nurul Ayu Fitriyanti-

Senin, 25 Juli 2011

Mindset itu PENTING guys!


Monday.. Monday.. Kata orang sih hari sibuk.. Hmmhh, iyee juga sih kadang-kadang. Tapi berhubung gue lagi ada di masa-masa liburan kuliah, jadiii yaa nggak ada kesibukan. Berbanding terbalik deh dengan Monday ketika jadwal kuliah gue lagi jalan, bisa empet seharian di kampus ajja.. Yaa bersyukur deh ada liburan, amat sangat cukup buat nge-refresh otak biar tetep cliiiiiing. Alhamdu... Lillah..

By the way, pagi ini ibu minta gue untuk nemenin belanja. Haaa belanja!! Mauuu banget. Gue gitu diajak belanja,, ayoo berangkat!! Dan betapa kagetnya gue ketika ngeliat ibu mulai milih-milih barang, kagak kaya biasanye, aslii. Buanyaaaak sekaleee, asal comot-comot ajja. “Serius ini bu? Ntar gimana ngebawa pulangnya? Kita pake motor bukan pake mobil, mau ditaruh dimana ini barang-barang?” Saking nggak sabar yaa gue tanya ajja. “Gampang ajja ah nanti”, santai banget coba jawabannya. Tapi yo wes lah, lanjuuuuut deh belanjanya. Alhasil, ketika udah kelar milih-milih dan nyampe di kasir semakin kelihatan itu barang-barang banyak banget, gede-gede, sumpe dalam hati gue mikir “gimana ya ngebawanya?”. Gue lihat ibu santai ajja, seperti sudah yakin bisa ngebawa pulang dengan gampang gitu. Setelah keluar dari toko, ibu ngasih gue option buat pulang. Yang pertama, “minta tolong ayah buat jemput pakai mobil”, Lha ayah kan lagi kerja, mana bisa ngejemput kita, Mak. Yang kedua, “ibu naik angkot ajja bawa barang-barang ini, kamu yang bawa motor sendirian!”, emang tega gitu gue ngeliat ibu naik angkot sendirian dengan bawaan sebanyak itu? Tidak. Yang ketiga, “Ayoo kita naik motor ajja, Insya Allah bisa ini ditumpuk-tumpuk.”, Masya Allah, (bisa deh dibayangin sendiri gimana itu ‘bentuknya’) walaupun agak males juga sebenarnya harus ribet banget kaya begitu tapi mau gimana lagi coba sepertinya ini pilihan yang mendekati tepat. Yahaa Let’s come back to home, Mam!

Pesan yang gue dapat dari pengalaman ini adalah bagaimana kita sebisa mungkin untuk mencari jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. Bahwa kita harus mampu untuk menyiapkan beberapa option jalan keluar yang bisa kita pertimbangkan untuk kita gunakan dalam menyelesaikan permasalahan kita. Jangan terfokus hanya pada satu kemungkinan saja, cari juga kemungkinan yang lainnya. Intinya, kita sebagai manusia jangan sampai kalah deh dengan suatu kondisi tertentu. Hidup ini tantangan men, elo harus kuat supaya menang!!

-Nurul Ayu Fitriyanti-